The Legand of History’s “Mahwatun Hasanah”

Perkenalkan ini kaka saya, Ia seorang gadis keturunan asal jawa, yang merupakan kaka ke-3 dari lima bersaudara. Ia bernama “Mahwatun Hasanah”, biasa dipanggil Watun, ia lahir di Brebes, 10 Maret 1994.

Sejak lahir ia hidup di lingkungan keluarga yang sederhana, serta tidak pernah jauh dari kehidupan orang tuanya. Kehidupan yang sederhana inilah yang menjadikan ia bisa tumbuh berkembang dengan penuh kemandirianya.

Setelah lulus SMP ia berinisiatif agar tidak melanjutkan sekolah, dan memutuskan untuk mencari sebuah pekerjaan disebuah kota jakarta, yang mana diharapkan agar bisa memperbaiki kehidupan keluarganya. meskipun pada saat itu, kedua orang tuanya menginginkan agar Watun bisa melanjutkan bangku sekolahnya kejenjang berikutnya, namun karena ada faktor ekonomi keluarga, membuat Watun berpisah dari kehidupan orang tuanya dan memulai kehidupan barunya.

Rasa sedih yang dialaminya tidak menjadikan alasan baginya untuk selalu berbakti kepada orang tuanya. Karena bagaiman pun juga yang namanya orang tua adalah mahkota kepala. tidak ada seorang yamg berani memegangya apalagi menyakitinya. Samapai-sampai ia berkata dalam hatinya,

jika ini adalah jalan yang engkau ridhai, maka jangan biarkan tetesan air mata kedua orang tuaku, mengalir dihadapan diriku. Betapa besar cintaku padanya, sebagaiman besarnya cintaku padamu wahai robbiku”

Disisi lain Watun juga mempunyai adik yang ia sayanginya, yang selalu ia manjakan dalam kehidupanya. Apapun yang diinginkan adiknya, ia selalu berikan yang terbaik baginya.

Suatu hari adiknya memgais dihadapan orang tuanya, ia minta kepada orang tuanya agar ia bisa dibelikan tas barunya namun, karena orang tuanya tidak punya uang akhirnya ia membranikan diri meminta kepada kakanya, karena watun merasa kasihan terhadap adiknya, ia berinisiatif untuk memberikan tas baru miliknya kepada adiknya. Bagitulah sifat kasih sayang beliau yang ia torehkan kepada adik kandungnya. Watun tidak ingin melihat adik yang ia sayanginya kini berhenti sekolah sebagaimana yg pernah ia alaminya. Watun juga mempunyai keyakinan kepada adiknya bahwa suatu kelak nanti, ia akan menjadi orang yang hebat, yang akan membawa dirinya kepada jalan yang diridhainya.

Tahun demi tahun yang dialaminya, menjalankan kehidupan barunya disebuah ibu kota jakarta, tak terasa baginya kini sudah dewasa, umur yang sudah semakin tua tapi tak ada kata mengeluh baginya tuk selalu berbakti kepadanya. Rasa lelah yg dialaminya, membuat ia menjadi sadar bahwa “apa yang saya lakukan selama ini tidak ada bandinganya dengan apa yang orang tua lakukan padanya”.

Sekarang ini Watun membranikan diri untuk pergi kesuatu negeri tetangganya. Ia tidak hanya belajar kehidupan, tapi ia juga tentang kesabaran. Banyak amanah yg diembanya dan banyak pula impian yang ingin digapainya. Dua tahun kini lamanya ia tetap selalu bersikukuh tuk tidak pulang ke negaranya, sampai ia benar-benar melihat kedua orang tuanya hidup bahagia dan melihat adik yang ia sanyanginya sukses dalam hidupnya, serta bisa membahagiakan kedua orang tuanya.

Begitulah sejarah sigkat tentang “The Legand of History’s Mahwatun Hasanah” semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya, bahwa:

Hidup adalah pilihan, jika bukan kebaikan maka keburukan. Apabila kau mau mengambil keburukan maka kau akan mendapat dua kesedihan tapi, apabila engkau mengambil kebaikan maka kau akan mendapat dua kebahagiaan yaitu: bahagia, ketika kau melihat dirinya adalah orang yg bermanfaat dalam kehidupan dan bahagia, ketika kau mendapat naungan dari tuhan”

duniapesantrenku321552040.WordPress.com

“Titipkan rinduku pada kedua orang tuaku wahai Robbiku….. “

Iklan

10 respons untuk ‘The Legand of History’s “Mahwatun Hasanah”

Add yours

    1. Semangat Kaku…..
      Buktikan pada dunia bahwa kau adalah orang yang hebat, yang akan menjadi inspirasi bagi kehidupan selanjutnya 😉

      Disukai oleh 1 orang

    1. Amin ya Robbal A’lamin
      Trimakasih banyak atas doanya dan semoga Allah membalas semua perbuatan atas apa yang engkau perbuat pada hambanya amin…

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: