Kisah Bunga Mawar dan Pohon Bambu

KIsah cerita bunga Mawar dan Pohon Bambu

Disebuah taman hiduplah bunga Mawar yang sedang asyik bermain teka-teki bersama kawan sebayanya. Anggap saja ia adalah Julaiha dan biasa dipanggil Jul, ia sosok perempuan yang sangat cantik dan menawan. Banyak orang yang tertarik padanya, karena keharuman dan keindahanya, tapi ia sosok orang yang sangat lemah. Disisi lain juga hiduplan pohon bambu yang sedang asyik bermain petak umpat bersama temanya. Anggap saja ia Nirmala dan biasa dipanggil Nir olehnya, ia seorang gadis yang hitam dan mempunyai badan yang tinggi dan kuat. keduanya adalah sahabat dekat sejak kecilnya, yang selalu bermain bersamanya. mereka selalu berbagi kisah kesedihan da kebahagiaan dalam kehidupanya, apa yang mereka alami ia selalu curahkan bersama.

Dipagi yang cerah nan indah duduklah Julaiha bersama temanya yang sedang asyik bercanda gurau bersamnya. Tiba-tiba datanglah Nirmala kepadanya.

“Hai Julaiha!!! apa yang sedang kau lakukan disitu..?” tanya Nirmla.

“Hehehe ya nih lagi duduk saja sama teman-teman…

ngomong-ngomong gimana kabarnya?” jawab Julaiha sambil tersenyum serta menayakan kabar tentang sahabtnya.

“Alhamdulillah baik Jul…” jawab Nirmala dengan penuh senyuman pula.

“wah syukurlah kalau begitu….

oh ya Nir sinih duduk… aku punya kejutan buat kamu!!! Pasti kamu suka…. ya ngga teman-teman? hehe…” sambil menarik tangan Nirmla.

“Ya pasti dong…..!!” jawan teman julaiha dengan serentak.

“Wah apa itu??” jawab Nirmla dengan penuh keheranan.

“Hehehe ini dia!! tarammm……” sambil menunjukan boneka kesukaan Nirmala yang pada saat itu mau dibeli olehnya.

“Ya ampun………maksih banyak Jul!! Kau memang baik banget, tak ku sangka kau akan melakukan ini semua untukku…” sambil memeluk Julaiha.

“Heheh ngga papa Nir… ini semua hanya untukmu, karena kaulah sahabat terbaiku …!!” jawab Julaiha dengan penuh semangat.

Ditengah perbincangan Julaiha dan Nirmla tiba-tiba datanglah segrombolan orang-orang pengunjung yang ingin berfoto-foto ditaman tersebut. Namun setelah ia melihat bunga Mawar yang begitu indah dan cantik, akhirnya segrombolan orang-orang itu meminta untuk berfoto bersamnya.

“Maaf neng….! Bolehkah saya berfoto bersama neng dan kawan-kawan yang sebaya denganya??” saut pengunjung.

“Oh mangga bu…..!!! tapi bentar ya bu…” jawab ia dengan lembut.

“Oh ya neng…” jawab mereka dengan serentak.

“Nir tunggu disini dulu ya….aku mau poto dulu sama mereka.. bentar saja!! bisik ia dengan lirih.

“Ibu…bapa…dan semuanya…Ayo mari kita poto!!

“Ayo neng…….”

Setelah Julaiha, kawan sebayanya dan para pengunjung melakukan poto bersamanya, Nirmala meminta pamit untuk pulang kerumahnya karena waktu sudah menunjukan pukul 11.00 siang, sedangkan ia harus mengantarkan ibunya ke Balaidesa.

“Jul maaf saya ngga bisa lama-lama disini..saya pamit pulang dulu ya! Soalnya saya harus nganterin ibu ke Balaidesa untuk membuat Surat Kuasa..” saut lina dengan rasa tidak enakan.

“oh ya udah…ati-ati dijalan Nir!!! Titip salam buat ayah bunda ok!” jawab Julaiha sembari memegang kedua tangan Nirmala.

“OK!!! Dah………..sambil melambaikan tanganya.

“Dah……!!Nir jaangan lupa sampaikan salam padanya.” teriak ia dengan kencang.

Hari demi hari telah terlewati. Canada gurau bersamanya membuat ia selalu dekat denganya. Namun dibalik semua itu ada sebuah kejanggalan pada diri seorang Nirmla. Ia merasa dirinya hina, banyak orang yang takut denganya, atau bahkan sampi membencinya. Setiap kali orang berkunjung ke taman, ia selalu diasingkan dan dijauhkkan ketika ia sedang bermain bersama sahabatnya yaitu Julaiha. Pada hari berikutnya ia tidak lagi bermain  bersamanya, ia lebih suka mengurungkan dirinya didalam rumahnya. Suatu hari Julaiha merasa khawatir terhadap sahabatnya yang sudak sekian hari tidak maen ketamanya, lalu ia bertanya kepada temanya yang bernama Wardah.

“Wardah ….Apakah hari ini melihat Nirmla?? Sudah satu minggu ini ia tidak lagi bermain kesini. ada apa dengan dia?? tanya Julaiha dengan penuh kekhawatiran.

“Maaf Jul….saya juga kurang tau! Mulai belakangan ini Nirmla ngga pernah kesinih….” jawan ia dengan penuh sedih.

Dengan penuh penasaran, akhirnya pada kesokan harinya Julaiha memberanikan diri datang ke rumah Nirmla untuk bertemu denganya.

“Tok..tok…tok…..!!!! Assalamu’alaikum….” saut lina.

”Wa’alikumussalam wr.wb….oh Julaiha!! Ada yang bisa bantu neng? jawab Ibu Nirmala.

“Heheh ngga papa ko bu, cuman mau nanya! Nirmlanya ada bu?? saut Lina.

“Ada ko neng….itu lagi dikamar! mulai minggu-minggu ini ia sering ngelamun dan tidak mau keluar rumah neng…silahkan masuk kedalam aja neng..”

“Makasih ya bu….” sambil tersenyum.

“Ya neng ….” jawab ibu Nirmala.

Setelah Julaiha masuk ke kamar Nirmala, lalu ia duduk disamping Nirmala yang sedang berbaring dikasurnya meratapi sebuah kesedihan yang dialaminya.

“Nirmala? Ini saya Julaiaha…” saut ia sambal memegang pundak Nirmala.

“Julaiha!! Kenapa kamu bisa kesini?? sabil membalikan badanya.

“Ya Nir….kedatanganku kesini ingin menjenguk kamu, aku kangen pada dirimu…!! Sudah beberapa hari ini kau tak lagi melihat kamu. Sebenarnya apa yang terjadi pada dirimu Nir?? jawab ia sambil mengerutkan wajahnya.

“Ngga papa ko Nir… cuman pengin sendiri aja!” jawab Nirmala.

“Yang benar ngga papa?? Lantas, kenapa muka kamu sedih begitu? Kelihatanya kamu lagi punya masalah …..! Nir aku mohon kalua kamu punya masalah ceritakan sama saya…jangan kau pendam rasa ini hanya pada dirimu saja, barangkali ketika kau cerita padaku, akau bisa membantumu nir…lagian sejak kecil aku bersahabat denganmu tidak pernah aku sembunyikan masalahku padamu.” sambil merangkul kedua tangan Nirmala.

Pada awalnya Nirmla menutupi kesedihanya, namun setelah beberapa menit akhirnya ia mau menceritakan semua semua itu.

“Ya Jul sebenarnya aku malu pada diriku sendiri, aku tak pantas hidup di dunia ini, aku hanyalah sampah yang tak berarti dalam kehidupan ini. Banyak orang benci padaku atas sosok diriku yang sperti ini….!, mereka mnjahui diriku, ketika mereka berpapasan dengan diriku, mereka anggap aku adalah mahkhluk ghoib yang menyeramkan….!! seolah-oalah mereka menghindar dariku. Beda dengan dirimu Jul.. kaulah manusia yang Allah ciptakan dengan sempurna. Banyak orang suka dan tertarik padamu, karena keindahaan dan kecantikan dirimu. Mereka selalu menyapa dan menghargai dirimu…bahkan mereka selalu mendewa-dewakan dirimu…, sedangkan diriku…?? aku hanyalah sosok manusia yang hina dihadapan semua orang…” sambil menetaskan air matanya.

“jangan pernah kau berkata demikian Nir….kau adalah sosok wanita yang hebat!!! Setiap makhluk tidaklah ada yang senpurna…mereka mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Jangan pernah kau anggap paling hina, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai hal demikan. Allah menciptakan semua perbedaan ini tidak lain hanyalah untuk saling melengkapi. Coba kamu bayangkan….!! andai saja semua bumi ini berisi Gedung bertingkat semua….mungkin kau akan merasakan kebosanan bukan??? Maka dari itu, untuk meghadapi semua ini kita harus mensyukuri atas anugrah yang Allah berikan pada setiap makhluknya. Perlu kau ketahui Nir!! Allah sangat sayang pada hambanya selagi ia mau menuruti perintahya dan menjauhi semua laranganya”. sambil menenangkan hati Nirmala.

“Tapi Jul….???” saut ia.

“tapi kenapa Nir??”

“Aku……..”

“Sssstttttt……..!! udah ngga usah kaya gitu lagi dan jangan nangis lagi ok! Sekarang kamu istirahat dulu aja ya….saya mau pulang dulu, kasihat orang tua sendirian.” sambil menutup mulut Nirmala dengan jari telunjuknya.

“Ya udh terimaksih Jul atas semuanya..”

“Ya sama-sama. ya udah saya pulang dulu ya Nir…”

Da dah……!!” sambil melambaikan tanganya.

Keesokan harinya, ketika Nirmala sedang berjalan menuju ke taman Julaiha, tiba-tiba ditengah-tengah perjalanan ia mengalami kehujanan sangat deras serta tidak mau henti-henti, sehingga mengakibatkan taman berserta warga kampung disutu mengalami kebanjiran.

“Waduh gimana nih?? Udah hujanya besar tapi ngga mua reda lagi!! Gimana kabar Julaiha disana? Aku sangat khawatir padanya ya Allah….” saut ia degan cemas.

Setelah menunggu beberapa jam didepan sebuah warung kopi, akhirnya ia membranikan diri untuk datang ke taman Julaiha. Meskipun keadaan hujan besar, tapi tak menjadikan penghalang bagi ia untuk pergi kesana. Setelah ia mendekati 100 M dari tamanya ia melihat banjir yang sedang merendam pemukiman dan taman sahabtnya, dengan sepontan ia langsung berlari unruk menemuinya, karena ia baru ingat bahwa Julaiha adalah sosok prempuan kecil dan lemah, sedangkan dirinya tidak.

“Julaiha………….!!!!” teriak ia sambil berlari.

Setelah ia sampai ketaman sahabatnya yaitu julaiha, ternyata ia tidak menjumpai Julaiha disana. Hati mulai gelisah, mikiran mulai bingung, apa yang harus Nirmala lakukan pada saat itu. Namu seteah ia berusaha mencari kesana-kemari, akhirnya ia berhasil menemukan Nirmala bersama temanya yang sedang berusaha menyelamatkan dirinya disebuah pojok mangga yang ada disamping tamanaya.

“Julaiha… apakah kalian semua baik-baik saja????” saut ia dengan bahagia.

“Nirmala??? Syukurlah kau datang kesini, alhamdulillah kami semua baik baik saja Nir.” saut ia dengan penuh kebahagiaan.

“Syukurlah kalau begitu…! alhamduliiah Jul Allah masih bisa mempertemukan kita bersama, dan untuk semuanya silahkan pegang tangan saya, lalu naiklah dipundaku dan jangan lupa pegangan untuk semuanya!!.

Setelah Nirmala berhasil menyelamatkan Julaiha beserta kawan-kawanya, karena mulai sore, sedangkan hujan mulai reda, banjir mulai surut, akhirnya Nirmala memutuskan untuk pulang, ia baru menyadari bahwa apa yang selama ini ia rasakan tidaklah benar. Ia merasa bersalah pada dirinya sendiri, ternya benar apa yang dikatakan oleh sahabatnya bahwa “Dunia ini tidak ada yang sempurna, mereka mempunya kelebihan dan kekurang tersendiri, karena Allah menciptakan semua ini tidak lain hanyalah untuk saling melengkapi”. Pada akhirnya ia berjaji pada dirinya sendiri bahwa “Aku tidak akan mengulangi hal ini lagi, Karena sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang pada setiap makhluknya.”

Dari cerita diatas, dapat kita ambil hikmah pelajaran darinya.

Bahwa:

“Hidup ini tidak ada yang sempurna. Kekurangan dan kelebihan merupakan sebuah anugrah  yang Allah berikan pada setiap hambanya. Jangan pernah kau merasa dirinya yang paling hina, sebelum engkau menemukan kehebatan yang Allah berikan padanya, karena Allah menciptakan semua ini tidak lain hanyalah untuk saling melengkapi dan menjungjung tinggi sebuah perbedaan yang kita miliki”.

 

Diterbitkan oleh Catatan Harian Santri

Belajar di: 1. Pondok Hidayatul Mubtadiin Al-Inaaroh 2 Buntet Pesantren Cirebon 2. IAIN (Insistut Agama Islam Negeri) Syekhnurjati Cirebon

Satu pendapat untuk “Kisah Bunga Mawar dan Pohon Bambu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: