Tradisi Unggah-unggahan di Desa Gegerkunci Songgom Brebes

tradisi unggah-unggahan Desa. Gegerkunci Songgom Brebes
tardisi menjelang datagnya bulan suci ramadhan

Al hamdulillahi robbil a’lamin, puji syukur ke hadirat Allah Swt. Yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semuanya, sehingga pada saat hari ini kita bisa melakukan aktifitas seperti biasanya dan selalu mendapat karunianya berupa nikmat iman, islam dan ihsan.

Sholawat serta salam kami selalu curahkan kepada junjungan kita, nabi besar, nabi akhiruz zaman, Nabi Nuhammad SAW. Yang telah memperjuangkan panji-panji islam utuk umatnya, sehinga pada saat hari ini kita bisa diberikan kemudahan dalam menjalankan syari’atnya.

Tak lupa ku ucapkan trimaksih banyak kepada Bpk. Saiful Badar yang telah membimbing dan menemani kami dalam menjalankan tugas ini. Tak lupa pula kami ucapkan trimakasih banyak kepada teman-teman semuanya yang telah memberikan dorongan dan semangatnya, sehingga al hamdulillah pada saat hari saya bisa menyelesaikan tugas penilitian ini dengan baik dan benar, meskipun suatu saat nanti ada sebuah kesalah pada bagian ini, baik yang sengaja maupun tidak sengaja kami minta maaf sebesar-besarnya.

Pada sebuah artikel ini saya ingin berbagi informasi kepada anda tentang “Tradisi Ramadhan di Desa Gegerkunci” yang berada di sebuah lingkungan Rt.01/Rw.01 Kec. Songgom Kab. Brebes.

Sebelum saya membahas mengenai sebuah tradisi bulan ramadhan di desa saya, alanhkah baiknya saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu tradisi?

Dalam kamus besar bahasa indoneisa tradisi adalah adat kebiasaan turun temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat. sedangkan menurut Saya sendiri

Tardisi adalah suatu kebiasaan masyarakat yang sudah melekat pada dirinya yang di turunkan oleh nenek moyangnya secara turun-temurun di dalam sebuah kebiasaan di lingkunganya.

Setelah kita mengetahui apa itu tradisi? Sekarang saya ingi menjelaskan kepada kalian semunya mengenai sebuah trdisi ramadhan (unggah-unggahan) yang sudah melekat di Desa saya. Sebenarnya membahas mengenai sebuah tradisi baik yang di lakukan sebelum ramadhan, di bulan ramadhan, atau setelah ramadhan itu banyak sekali yang di lakukan oleh masyarakat desa gegerkunci ini, diantaranya adalah tradisi unggah-unggahan, keramas, obrog-obrog, udun-udunan dan lain sebaganiya. Namun untuk kali ini saya ingin membahas menganai sebuah tradisi unggah-unggahan yang sudah melekat di desa saya ini.

 

  1. Pengertian Ungah-unggahan

Setelah saya melakukan penilitian mengenai tradisi Ungah-ungahan ini, ternyata saya mengetahui banyak mengenai hal ini, bahwa tradisi unggah-unggahan adalah sebuah tradisi atau adat kebiasaan masayarakat sekitar yang diturunkan dari nenek moyangnya secara turun-temurun kepada anak cucunya, yang mana dalam trsdisi ini dilaksanakan setiap tahun sekali yaitu menjeng kedatangan bulan ramdhan.

Menurut Ust. Hanafi yang merupakan alumni pondok buntet pesantren cirebon mengatakan bahwa unggah-unggahan adalah sebutan dari sebuah tradisi masyarakat islam kuno yang merupakan sebuah tradisi atau ritual yang dilakukan pada saat itu menjelang kedatangan bulan suci rumadhan yang pada intinya adalah ungkapan sebuah kegembiraan atau syukuran akan datangnya bulan suci ramadhan. Sedangkan menurut Bpk. Karyo yang merupakan Imam Mushola di desa tersebut menjelaskan bahwa tradisi unggah-unggahan adalah sebuah tradisi yang dilakukan untuk menyambut kedatangan bulan suci ramdhan yang mana masyarkat disitu berkumpul di satu tempat (mushola) untuk melakukan acara tahlil yang diperuntukan untuk sanak saudaranya yang telah meninggal dunia dan dilanjutkan denagan doa’ bersama.

 

  1. Cara Melakukan Tradisi Unggah-unggahan

 

Dalam tradisi unggah-unggahan ini mempunyai beberapa tata cara tersendiri dalam melakukan sebuah ritual syukuran ini. Meskipun dibilang tradisi unggah-unggahan ini sepserti acara tahlilan ketikan ada seseorang diantaranya meninggal dunia, namun dalam pelaksanaanya pun berbeda darinya. Kalo tahlil biasanya cukup hanya mengirimkan do’an untuk keluarga tertentu (yang sudah meninggal) namun, kalo unggah-unggahan ini lebih umun darinya artinya mendo’akan semua keluarga masyarakat (yang sudah meningal) yang ada disitu.

Sebelum menuju ke tata cara pelaksanan saya terlebih dahulu akan memberikan informasi penting mengenai tradisi unggah-unggahan ini bahwa, dana yang didapatkan dari pelaksanaan unggah-unggahan ini adalah dari masyarakat sekitar desa itu, yang mana sebelum menjelang acara biasanya panitia mendatangi di setiap keluarga untuk memberikan informasi mengenai perihal ini, sekaligus meminta catatan nama keluarga yang sudah meniggal dunia yang kemudian akan dikirimkan sebuah fatihah padanya pas waktu acara tradisi ini berlangsung. Selain itu panitia meminta sebuah apresiasi atau bantuan baik berupa makanan, uang, ataupun yang lainya dengan suka rela tanpa adanya cara paksaan atau yang lainya, yang kemudian dikumpulkan menjadi satu oleh panita dan dikelola oleh salah satu ketua masyarakat desa itu.

Berikut ini adalah tata cara pelaksanaan tradisi unggah-unggahan di desa saya ini:

  1. Mengumpulkan masyarakat di sebuah masjid atau mushola sambil membacaka puji-pujian yang diperuntukan untuk bagi nabi kita Muhammad Saw.
  2. Sebelum acara dimulai biasanya panitia membacakan terlebih dahulu mengenai sebuah dana yang telah terkumpul, baik itu berupa pemasukan maupun pengeluaran yang bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa dana ini digunakan dengan baik tanpa adanya unsur penipuan dan lain sebagainya.
  3. Pembukaan yang didahului oleh salam yang kemudian dilanjut dengan ucapan syukur kepada Allah Swt, sholawat Nabi, dan ucapan terimaksih kepada segenap seluruh masyarakat yang telah memberikan pasrtisipasinya dalam menjalankan acara ini.
  4. Membacakan surat al-Fatihah yang diperuntukan kepada baginda nabi Muhammad Saw, istrinya, anak-anaknya, keluargnnya, para sahabtnya, serta para tabi’in, tabi’in tabi’in, ulama, guru-guru dan dilanjut sampai kepada keluarga masing-masing masyarakat yang dibacakan satu persatu nama keluarganya yang telah meninggal dunia sesuai urutan keluarga yang telah terdaftar pertama dan biasanya di urutkan sesuai dengan huruf abjad.
  5. Pembacaan tahlil bersama
  6. Do’a
  7. Penutupan dengan membacakan bacaan Tahmid dan ucapan syukur atas karunia Allah yang diberikan padanya sehingga al-hamdulillah kita bisa melaksankan acara ini dengan baik dan bisa berjalan sperti biasanya.
  8. Tausiah sebentar yang berisi mengenai sebuah nasihat
  9. Makan bersama

Dalam tata cara pelaksanan tradisi unggah-unggahan ini tidak mengenal istilah kata tua maupun muda, karena dalam trdisi ini bersifat umum. Semua masyarakat setempat boleh mengikutinya baik yang kecil, besar, laki-laki, perempuam, tua maupun muda.

  1. Larangan dan Kewajiban

Tardisi unggah-unggahan merupakan sebuah trdisi ke agamaan yang dialukan oleh umat islam. yang mana, dalam trdisi ini berisi tentang sebuah syukuran atas nikamat Allah yang teah diberikan padanya, sehingga pada saat itu mereka bisa menjumpai kembali datangnya bulan suci ramadhan. Atas kegembiraan inilah yang kemudian mereka melakukan sebuah ritual yang berupa dzikir (tahlil) bersama yang di dalamnya terdapat bacaan ayat yang di ambil dari al-qura’an serta bacaan-bacaan tahmid, tasbih, dan lain sebaginya. Sehigga dengan adanya inilah ada bebrapa hal yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam melaksanakan tradisi ini, diantaranya adalah suci dari hadas kecil dan besar, berpakaian rapih dan sopan, menutup aurat terkecuali anak kecil, wudhu terlebih dahulu.

Dalam tata cara pelaksanaan unggah-unggahan ini juga, ada beberapa hal yang tidak diperbolehkan untuk dilakukan oleh masyarakat dalam mengikuiti tardisi ini diantaramya adalah dilarang membawa hape dan alat elektronik yang lainya karena di takutkan menggangu yang lainya, bercanda atau membuat kegaduhan, dan lain sebagainya.

  1. Manfa’at dan Tujuan

Dalam tradisi pelaksanaan unggah-unggahan ini mempunyai banyak menfa’at bagi masyarakat sekitar khususnya bagi diri mereka sendiri, karena pada hakikatnya melakukan tradisi ini merupakan sebuah kebaikan yang kembali pada diri mereka masing-masing yang berupa sebuah penyucian diri agar mereka selalu mengingat atas dzat yang maha melimpahkan rizki. Dianatar manfaat diadakanya tardisi unggah-unggahan ini adalah:

  1. Meringankan beban si mayit dari siksa api neraka.
  2. Agar dosa keluarga mereka yang meninggal mendapat ampunan dari Allah Swt.
  3. Mendapatkan ketenagan batin.
  4. Mensejahterakan masyarakat.

Dalam tradisi ini juga mempunyai beberapa tujuan diantaranya adalah:

  1. Mendo’akan keluarga yang telah meningal dunia.
  2. Mendapat ridho dan ampunan dari Allah.
  3. Mensucikan diri dari sifat orang-orang yang kikir (pelit).
  4. Mengikat silatur rahmi persaudaraan sesama umat islam.
  5. Agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur.
  6. Biar menjadi pribadi yang baik dalam nejalankan ibdah puasa.
  7. Menciptakan kerukunan masyarakat.

 

  1. Kesimpulan

tradisi unggah-unggahan adalah sebuah tradisi atau adat kebiasaan masayarakat sekitar yang diturunkan dari nenek moyangnya secara turun-temurun kepda anak cucunya, yang mana dalam trsdisi ini dilaksanakan setiap tahun sekali yaitu menjeng kedatangan bulan ramdhan. Dalam tradisi ini mempunyai tatacara tersendiri yang bisa membedakan tradisi satu dengan yang lainya. Dalam tardisi ini juga tentunya memunyai tujuan dan manfa’at tersendiri seperti yang saya jelaskan diatas tadi. Mungkin cukup sekian dari saya, apabila ada kesalahan baik berupa pemahaman atau tulisan saya mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga dengan adanya hal demikian bisa membuahkan manfa’at bagi kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Amin-amin ya robbal a’lamin.

 

 

 

 

 

 

Diterbitkan oleh Catatan Harian Santri

Belajar di: 1. Pondok Hidayatul Mubtadiin Al-Inaaroh 2 Buntet Pesantren Cirebon 2. IAIN (Insistut Agama Islam Negeri) Syekhnurjati Cirebon

3 tanggapan untuk “Tradisi Unggah-unggahan di Desa Gegerkunci Songgom Brebes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: